4 Fakta Tentang Teknologi Jetpack, Lo Pasti Ga Tau!

January, 28 2021

MOVE Creators pasti tau benda atau teknologi bernama jetpack kan? Kalau Lo sering melihat film-film action dimana pemerannya bisa terbang hanya dengan menempelkan mesin di tubuhnya, nah itu dia teknologi yang kita sebut dengan jetpack. Buat Lo yang penasaran dengan teknologi canggih nan beken ini, beginilah perjalanannya gimana jetpack bisa ada!

 

Sejarah Pekembangannya

Lo tau gak kalau teknologi jetpack itu sudah melalui bertahun-tahun masa percobaan dan penyempurnaan. Mulai dari ide, sampai eksekusinya kayak di bawah ini!

  • Tahun 1886: Seorang ilmuan bernama Verne Robur si penakluk awan memprediksi bahwa di masa depan akan ada "manusia terbang menggunakan mesin" yang memungkin kan manusia untuk berjalan di udara. Pada saat itu memang beberapa orang menganggap prediksi Verne merupakan bualan orang kurang waras.
  • Tahun 1955: Stanley Hiller memperkenal kan mesin terbang yang dinamai nya Hiller VZ-1 yang menggunakan mesin Nelson H-59, sebuah kipas dan baling baling besar.
  • Tahun 1958: Thiokol Chemical Corporation memasarkan jumpbelt, namun mesin ini bukan untuk penerbangan melainkan hanya untuk melakukan lompatan jarak jauh.
  • Tahun 1960: Seorang Insinyur bernama Wendell Moore mengembangkan Bell Rocket untuk Angkatan Darat AS. kelemahan dari Bell Rocket karya Wendell Moore hanya bisa bertahan 21 detik di udara.
  • Tahun 1984: Bill Suitor untuk pertama sekali dalam sejarah terbang menggunakan jetpack modern dalam acara pembukaan Olimpiade.
  • Tahun 1991: Warga Amerika melihat seperti burung atau pesawat, namun dugaan mereka salah, itu bukan pesawat ataupun burung melain kan Howard Hughers yang menggunakan Jetpack yang di rancang oleh Rocketeer.
  • Tahun 1994: Nasa memperkenalkan SAFEER (Simplified Aid for EVA Rescue) yaitu sebuah ransel pendorong untuk astronot.
  • Tahun 2005: Adam Savage dan jamie Hyneman mencoba untuk membangun sebuah Jetpack dimana peralatan nya mereka beli secara online, tapi sayangnya gagal.
  • Tahun 2006: Seorang pilot bernama Yves Rossy menciptakan Jetpack, ia mencoba jetpack tersebut di pegunungan Alpen, menyeberangi selat Inggris, sayang nya ia menabrak Selat Gibraltar.
  • Tahun 2012: Teknologi Jetpack semakin canggih, pada tahun ini Jetpack sedikit dimodifikasi dimana tenaga dari jetpack tersebut yang semula menggunakan Nitrogen beralih menjadi air dan mampu terbang hingga ketinggian 30 kaki.
  • Tahun 2013: Jetpack dengan mesin 4-V memecahkan rekor ketinggian mencapai 5000 kaki.

 

Cara Kerja Jetpack

JetPack Aviation, sebuah perusahaan yang membuat jetpack dan sepeda motor terbang asal Amerika Serikat memiliki  JB-10 jetpack yang menggunakan dua mesin turbojet, tetapi sedikit berbeda dari yang Lo lihat di pesawat. Mereka memiliki sesuatu yang disebut rasio bypass nol, yang berarti semua udara yang masuk ke bagian depan mesin digunakan oleh sistem pembakaran untuk menghasilkan daya dorong.

 

Setiap mesin memiliki pompa bahan bakar dan komputer mesin. Untuk lepas landas, pilot meningkatkan daya dorong mesin menggunakan sakelar di pegangan sisi kanan. Komputer pegangan menerjemahkan sinyal mekanis ini menjadi sinyal digital dan memberitahu komputer master, yang kemudian mengirimkan informasi itu ke komputer mesin individu, memerintahkannya untuk menjaga keseimbangan dorong di setiap sisi seperti yang bisa kita lihat di film Iron Man, MOVE Creators!

 

Pengaturan ini akan mendorong pilot ke udara dalam posisi tegak dan stabil hingga delapan menit dengan kecepatan mencapai 120 mil per jam. Tantangan terberat dari teknologi jetpack, dikatakan oleh JetPack Aviation adalah menyeimbangkan daya dorong dari mesin sehingga jetpack dapat mempertahankan kendali. Karena sedikit saja ketidakseimbangan bisa membuat jetpack membelok. Untuk menjelaskan hal ini, JetPack Aviation masih melakukan penelitian untuk  membangun sistem komputer yang secara akurat dan cepat akan menyeimbangkan daya dorong di seluruh mesin.

 

 

Mesin yang Digunakan

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah roket telah menjadi mesin yang sederhana untuk menggerakkan jetpack, tetapi kemampuan terbangnya bergantung pada dua bagian utama: generator gas, dan katup kontrol dorong. Dan salah satu batu sandungan terbesar yang dihadapi adalah kesulitan mendapatkan hidrogen peroksida pekat, sebagai bahan bakar yang digunakan untuk menjalankan roket tersebut. Saat ini, penelitian masih terus dilakukan untuk menemukan bahan bakar yang paling efisien untuk menerbangkan mesin roket sehingga jetpack bisa digunakan dalam waktu yang lama di udara.

 

 

Mengapa Produksinya Terbatas?

Saat ini jetpack hanya digunakan oleh beberapa perusahaan itupun karena kebutuhan untuk mobilitasnya, seperti NASA ataupun perusahaan aviasi tertentu. Membayangkan jetpack diproduksi secara masal rasanya sulit ya MOVE Creators karena harus memperhatikan ruang udara dan juga kesehatan dari bumi kita apalagi karena belum ditemukan bahan bakar yang paling efisien. Bisa bayangin gak sih kalau kita lagi jalan kaki, terus ada jetpack lalu lalang di atas kita? Hmm, kalau menurut para ahli, fenomena futuristik seperti itu masih lama sekali untuk diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

 

Keren banget kan teknologi tentang jetpack ini! Kita tinggal sabar aja supaya penelitian untuk menyempurnakan si jetpack ini dapat segera ditemukan, so MOVE Creators bisa nyobain nih gimana rasanya jadi Iron Man. Buat Lo yang masih tertarik dengan pengetahuan seputar teknologi berkelanjutan, Lo bisa baca fak-fakta menarik tentang panel surya, atau langsung cek mymovement.id untuk artikel seputar Technology, Lifestyle, Music dan Gaming lainnya!

 

#TECH
0
MY MOVEMENT
Managed by Admin. Giving you weekly news and updates on Technology, Music, Lifestyle, and Gaming.
COMMENTS
Sign up to join the conversation
Join in the discussion and interact with fellow move creators
MORE LIKE THIS